Auto Responder Menyebalkan

Auto Responder Menyebalkan

Pagi ini gw baru utak-atik akun gw di jagat dunia maya ini. Ada yang gw alih namakan, ada juga yang gw tutup. Di tengah-tengah keusilan gw ini, muncullah niatan gw untuk bikin auto responder buat nyautin temen-temen yang nyoba ngontak gw via email. Cara bikinnya sih sederhana buat gw, kalau buat lu mungkin malah gampang banget. Wong seumur-umur gw ga kepikiran bakal butuh fasilitas ini kok. Buat lu yang mau coba bikin tapi gak tahu caranya, udah gw copas di bagian bawah halaman ini. Tapi gak gw terjemahin, rasain wek! :p

Lantas setelah kepikiran, gw dihadapkan pada halaman kosong di mana gw harus memasukkan draft email auto responder tadi. Lalu gw berpikir keras, dan gw putuskan untuk Googling… ini artikel menarik yang gw temui:

Hostens | A home for your website

Contoh Auto Responder 

[Salam pembukaan] Terimakasih untuk emailnya. Saya akan kembali pada (Tanggal mulai kerja). Sebelum saat ini, saya akan mengalami kesulitan menjawab email.

Untuk bantuan lebih cepat, silahkan menghubungi nomor ini: (tulis nomor telpon di sini).

Kecup Hangat,
[Nama Lu]

 

Bagian ngasih nomer telpon di atas terus terang bikin gw bingung juga sih, sob. Secara… ngapain bikin auto responder kalo ujung-ujungnya kudu ngeladenin orang yang ngerecokin liburan lu lewat telepon. Dang!

Cara Membuat Auto Responder:

  • Microsoft Outlook –  “Out of Office” notification instructions
  • Gmail  – instructions for setting up an autoresponder with Gmail
  • Yahoo Mail  – instructions for setting up an autoresponder with Yahoo Mail
  • Outlook.com – instructions for setting up their autoresponder  with Outlook.com

Sumbernya bisa diintip di sindang, bo!


Lalu Kenapa Menyebalkan?

Auto responder bakal jadi momok (pake “o”) yang menyebalkan waktu gw berada di posisi yang menunggu jawaban. Gw kasih contoh kasih yang baru aja gw alami. Kemarin ini ge sempat belanja di Shepoo (nama disamarkan demi kebaikan bersama) menggunakan Kredivo. Etapi nih, salah satu barang yang gw beli ternyata rusak. Lalu gw dan penjualnya sepakat untuk melakukan retur. Di saat inilah, ketika barang penjualnya masih otw dari tempat gw ke tempat penjual… gw harus menjawab dan konfirmasi melalui email.

Apakah bahagia? Tentulah… penjualnya cuma sekali bikin naik banding tapi sangat kooperatif waktu doi gw kasih video keluarganya gw sandera..halah! Maksudnya penjual jadi kooperatif waktu gw kasih liat video buat nunjukin bagaimana kondisi rusaknya.

Yang bikin auto responder menyebalkan adalah karena dari Sheepo terus menerus ngirimin gw auto responder yang isinya ga nyambung. Bisa dibilang malah bikin panik.

Contoh yang bikin sebel adalah… gw kirim email ke Shepoo, lalu chat sama penjual, ketemu solusi dong! Lalu gw dapet auto responder yang gak nyambung, sehingga gw harus telepon nanya ke pihak Shepoo. Klik, tutup telepon (telpon rumah keleus). Eh nongol tuh auto responder yg isinya begini kira-kira:

“Kami mengerti atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Namun kami belum dapat memproses karena masih menunggu bukti-bukti blablabla… Terimakasih atas kesabarannya dan semoga ke depannya blablabla…”

Hal yang sama terjadi denga salah satu jasa keuangan di tanah air. Yang menurut gw sih ya, harusnya untuk usaha sekelas itu lebih keren lagi. Jadi oleh perusahaan ini, email gw yang berisi berkas-berkas direspon sama si auto responder yang minta berkas-berkas. Fhat The Wuck?!?

Nah, sebelum kalian meninggalkan gw di sini, kenapa gak coba intip topik-topik yahud di bawah ini?

Average Rating
0 out of 5 stars. 0 votes.
Gimana, keren kan? Klik di sini untuk menjaga web ini tetap hidup.

Tinggalkan Balasan