Bipolar Atau Kurang Fokus?

Bipolar Atau Kurang Fokus?

“Bipolar atau kurang fokus?” Itulah pertanyaan saya sebagai seorang pengidap bipolar. Bagaimana tidak? Pekerjaan sih banyak lantaran dikerjain semua, tapi gak satu pun yang sampai selesai. Kecuali urusan pekerjaan ya, soalnya nyambungnya ke perut dan telinga. Perut jadi lapar, telinga panas ditodong debt collector.

Saya sempat pikir kalau saya butuh adderal, bukan… bukan yang berotot itu. Kalau mood sedang drop, jangan harap pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik. Namun kampretnya adalah, kalau saya sedang mood banget, semua kerjaan saya kerjain secara multitasking. Dan tebak apa yang terjadi sesudahnya? Betul! Begitu mood drop, saya malah jadi punya lebih banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan. Kalau istilah jaman dulu bilang, “nafsu gede tenaga kurang”.

Baca Juga : “Mulai Menyelesaikan Sesuatu Itu Gak Gampang

Ini saya kasih contoh sederhananya :

  1. Awalnya saya sedang menulis A di sini, lalu saya lihat ada artikel soal kamera…
  2. Saya bangun dari duduk saya untuk mengambil kamera…
  3. Di tengah jalan saya ngeliat tab saya kedip-kedip…
  4. Saya jongkok depan tab buat liat ada notif apa…
  5. Di tablet ada update baru, lalu saya ingat kalau ada tulisan B yg belum saya selesaikan di tablet itu…

Akhirnya gak satu pun yang selesai, padahal sepele. Kalau yang gak selesai masih termasuk hal-hal sepele mungkin gak apa-apa. Malah kadang-kadang lupa itu bagus kok. Misalnya orang yang gak selesai nulis cerpen lantaran liat zebra dimakan singa di TV yang belum disensor kaya sekarang. Lalu dia berenti nulis lantaran hilang mood. Suatu ketika temennya nanya soal tulisan cerpen dia yang gak selesai itu… gubrak, dia jadi inget sama si Zebra malang itu.

Cara Menanganinya

Sebagai orang yang bukan pakar di bidangnya, saya cuma bisa kasih saran beberapa hal sepele ini. Tapi percaya gak kalau dengan cara sepele ini, sebagian (belum semua) kerjaan bisa saya selesaikan.

  1. Pomodoro
    Timer masak ala Itali ini bikin ritme kerja yang dinamis. Jadi kita kerja selalu dalam kondisi kepala sudah refreshed. Silahkan download di Chrome Web Store dan di gadget masing-masing.
  2. Post-It
    Ini adalah kertas tempel-tempel buat nulis (ini tulisan yang sebelumnya salah)note dan ditempel di tempat-tempat yang pasti kita lihat sebagai pengingat.
  3. Google Tasks
    Ini adalah extension buat Google Chrome. Cara pakainya juga gampang, tinggal contreng terus celupin. Satu Google Tasks cuma bisa untuk satu akun Google. Kemarin ini saya sempat coba pindah akun, hilang semua to-do list saya. Untung waktu login balik, masih ada di situ catatan saya. Percaya gak kalau gara-gara nulis ini saya jadi ngecek to-do list saya dan ternyata masih banyak yang kepending. Makanya, jangan suka gangguin saya dong.

Sebetulnya sebagian besar tips tadi adalah ide yayang dan lumayan membantu saya menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Jadi, siapa yang mau minjem yayang saya?

Lalu saya bertemu degan sebuah aplikasi yang bernama Buffer. Mungkin sebetulnya aplikasi ini yang saya butuhkan selama ini. Fungsi dari aplikasi ini adalah untuk melakukan posting ke berbagai media sosial. Jadi yang saya lakukan adalah menulis status sebanyak-banyaknya mumpung sedang kreatif, dan saya atur agar status saya itu terkirim di waktu-waktu yang sudah ditentukan. Uuu… bisa jadi alibi misteri pembunuhan ala Detektif Conan nih.

Penabrak Belasan Orang

Menurut berita di salah satu media, baru saja ada kejadian orang nabrak belasan orang dan dibebaskan karena orang itu memiliki bipolar. Saya salut sama pihak kepolisian yang cerdas di sini. Semoga saja semua Polisi sampai ke seluruh pelosok Indonesia seperti Bapak Polisi yang pintar ini. (INI contoh saya gak fokus lagi… barusan cuma mau cari ejaan yang salah, malah nambahin tulisan)… Soalnya di kejadian saya dulu, saya yang nabrak eh keluar duit jutaan buat gantiin pagar jalan tol. Apa ada cara tertentu untuk nentuin apakah seseorang itu bipolar atau kurang fokus? Dan gimana cara dapetin kartu kuning itu sih? Kartu saya sih warna biru, harus naik sampe level berapa ya biar kuning?

Average Rating
0 out of 5 stars. 0 votes.
Gimana, keren kan? Klik di sini untuk menjaga web ini tetap hidup.

Tinggalkan Balasan