Gangguan Bipolar

Bipolar Adalah…

Buat balik ke tema web ini, gw mau bikin tulisan soal bipolar. Sebetulnya udah banyak tulisan soal bipolar, seperti di sumber-sumber yang gw kasih linknya di bawah artikel ini. Cuma rasanya masih sedikit OBD (Orang Dengan Bipolar) yang nulis masalah ini. Gw termasuk di dalam bagian yang sedikit itu. Walaupun ya, gw masih suka terpengaruh sama bacaan-bacaan yang gw temuin.

Soalnya, gangguan kejiwaan seperti ini sifatnya mirip-mirip kaya kalau gw lagi baca ramalan bintang. Gimana gak? Gw baca bintang apa pun secara random, ujung-ujungnya gw mikir, “wah… gw banget nih!”. Sama halnya waktu gw baca soal Borderline Personality Disorder yang katanya suka menyakiti diri sendiri, sulit bertahan dalam sebuah relationship dan melepas kesuksesan secara tiba-tiba. Gw langsung mikir, “gw banget nih!” Tahu-tahu berhenti ngeband di tengah-tengah promo tour, tahu-tahu berhenti jadi tukang tattoo, tahu-tahu berhenti nulis buku, tahu-tahu berhenti gambar komik, tahu-tahu berhenti jadi editor foto dan fotografer dan banyak tahu lainnya yang bukan dipepes.

Tapi gw gak mau sotoy an percaya aja sama vonis psikiater gw bahwa gw ini bipolar. Bipolar adalah kondisi di mana seseorang bisa secara mendadak sedih (depresif) dan girang gak ketulungan (manic). Udah sih sebetulnya cuma segitu aja, jadi kalau kalian berhenti baca sampai sini juga udah gak apa-apa. 😀

Serba Salahnya Jadi ODB

Agak serba salah juga jadi ODB, kalau lagi depresi mau ngilanginnya agak repot. Gak cukup pakai hiburan kata-kata dan tepukan di bahu yang bilang, “lauh gapapa, sob”, tapi seringkali jauh lebih mahal. Bagaikan orang yang udah imune pakai hiburan normal, ODB bakal menghibur diri dengan cara belanja berlebihan dan mabuk-mabukan. Tapi kalau udah mabuk, tar kata tetangga begini, “tuh dia jadi gelo gara-gara pakai narkoba”. Duh! Jadi mendingan belanja aja yah sob? Ya gak pake kartu kredit orang juga tapinya, dan inget buat bayar tagihannya nanti. Cuma kalau giliran belanja banyak, tar tetangga ngomong lagi, “bukan mikir ih, lagi banyak masalah malah foya-foya”. Kan tai banget! Mending pindah rumah ajalah kalau gitu.

Itu kalau lagi depresi, gimana kalau lagi manic? Kita girang banget sama hal yang sepele kata orang, misalnya nemuin kancing yang jatoh di samping meja. Terus waktu kita hore-hore, si tetangga gak bilang apa-apa, soalnya doi jauh sob. Kan udah pindah rumah. Intinya adalah, waktu lagi manic, hepinya kita seringkali gak bisa diapresiasi orang lain.

Itulah makanya disebut bipolar disorder, karena memang gak pada tempatnya (menurut pandangan umum).

Peran Anggota Keluarga

Hal ini bakal jadi lebih mudah seandainya kita punya anggota keluarga yang paham sama ODB. Seperti gw misalnya, gw punya istri yang paham banget sama kondisi gw. Jadi gw senantiasa selalu ada tempat buat ngeluarin emosi gw walaupun tetap gw pilih-pilih dulu belakangan ini.

Kenapa? Karena seperti pertanyaan gw di judul artikel ini… “Gangguan untuk siapa?” Lantaran gw tahu pasti bukan cuma ODB yang keganggu, tapi juga keluarga dan orang di sekitarnya. Bayangin gimana kagetnya orang yang lihat gw tahu-tahu jedot-jedotin kepala ke tembok. Sementara kalau orang yang udah tahu ya biasa-biasa aja, malah menyemangati hahaha… Gaklah… mereka kasih bantal biar gak sakit-sakit amat.

Bipolar Pada Anak-Anak

Cara pendidikan sejak kecil bisa membuat orang menjadi bipolar. Contoh sederhananya mungkin sering kita dengar orang tua bilang gini, “kamu mama lempar ke jurang karena mama sayang”. Ini adalah cara yang salah karena memicu si anak berpikir bahwa cara menunjukkan sayang adalah dengan cara dilempar ke jurang. Jadi kalau marah ya marah aja, gak usah muna dan sok baik kaya gitu yah. Tapi gak usah dilempar ke jurang juga, cukup ke pinggir jalan.

Cara didik kaya gini bakal terbawa sampai besar, bahkan di saat mereka sebetulnya tahu bahwa ini gak benar. Selain anak jadi tumbuh sebagai orang yang suka kekerasan, mereka cenderung menutup diri karena seringkali salah berekspresi dan kurang diapresiasi.

Lansiran Lain

Gw cukup berbahagia waktu gw baca berita soal pelaku tabrak lari yang dibebaskan karena dia menderita bipolar. Bukn bahagia lantaran doi nabrak, cuma ini berarti pihak kepolisian yang udah sangat berpengetahuan soal urusan ini. Kalau di pengalaman gw dulu, gw sempat ditahan di kantor polisi lantaran ngantongin Alprazolam dan dengan arogannya polisi itu malah mengancam untuk menangkap dokter yang ngasih gw obat itu. Wow! Beda banget sama yang sekarang? Atau memang aja polisi yang ada di ibu kota ini pendidikannya lebih canggih ya?

Image result for catherine zeta jones

Dan ada juga istilah Bipolar II, yang konon diderita oleh Catherine Zeta Jones. Wah, ada serinya ya kaya film? Begini kata Wakil Kepala Eksekutif badan kesehatan mental Welsh, Hafal soal Bipolar II:

“Ini berarti bahwa tidak seperti bipolar l – yang menyebabkan mania ekstrim dan depresi di mana orang dapat terlepas dari kenyataan – Catherine cenderung memiliki pikiran kacau, perubahan suasana hati, mudah teralihkan perhatiannya dan mengalami episode depresi yang cukup besar. Stres hidup bisa menjadi penyebab bipolar ll dan dalam kasus Catherine yang telah dilaporkan tahun ini.”

Sementara menurut Stephen Fry di The Wellbeing Service, “Setidaknya satu dari seratus orang dewasa dapat terpengaruh (bipolar) pada satu masa di hidupnya, dan sudah kita ketahui bahwa bipolar merupakan penyakit turunan.”

Symptom Bipolar

Apa gejalanya?

Fase manik bisa berlangsung dari hari ke bulan. Ini bisa termasuk gejala berikut:

  1. Mudah terganggu
  2. Sedikit butuh tidur (hobi bergadang)
  3. Penilaian yang buruk terhadap sesuatu
  4. Kontrol kemarahan yang buruk
  5. Perilaku sembrono dan kurangnya kontrol diri
    Penyelewengan tabiat makan, minum, dan / atau penggunaan narkoba
    Penilaian yang buruk
    Seks dengan banyak pasangan (pergaulan bebas) <— ini sulit kalau lu jomblo sih, sob!
    Berfoya-foya
  6. Suasana hati sangat tinggi
    Kelebihan aktivitas (hiperaktif)
    Peningkatan energi
    Pikiran kacau
    Berbicara banyak
    Harga diri yang sangat tinggi (keyakinan salah tentang diri atau kemampuan)
  7. Sangat terlibat dalam kegiatan
  8. Sangat kesal (gelisah atau jengkel)

Gejala mania ini terjadi dengan gangguan bipolar I. Pada orang dengan gangguan bipolar II, gejala mania serupa namun kurang intens.

Fase depresi dari kedua jenis gangguan bipolar mencakup gejala berikut:

  1. Suasana hati rendah atau sedih seharian
  2. Kesulitan berkonsentrasi, mengingat, atau membuat keputusan
  3. Masalah makan
    Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
    Makan berlebihan dan penambahan berat badan
  4. Kelelahan atau kekurangan energi
  5. Merasa tidak berharga, putus asa, atau bersalah
  6. Hilangnya kesenangan dalam aktivitas yang pernah dinikmati <— ternyata gak cuma borderline.
  7. Kehilangan harga diri
  8. Pikiran kematian dan bunuh diri <— ternyata gak cuma borderline.
  9. Kesulitan tidur atau tidur terlalu banyak
  10. Menarik diri dari teman atau kegiatan yang pernah dinikmati  <— ternyata gak cuma borderline.

Ada risiko tinggi bunuh diri dengan gangguan bipolar. Pasien mungkin menyalahgunakan alkohol atau zat lainnya, yang bisa membuat gejala dan risiko bunuh diri semakin parah. Terkadang dua fase tumpang tindih. Gejala manik dan depresi dapat terjadi bersamaan atau cepat satu demi satu dalam keadaan tercampur.

Apakah Bipolar Bisa Disembuhkan?

Saat ini Bipolar belum bisa disembuhkan, namun dengan mengikuti bantun yang benar, ODB bisa menjalani hidup yang lebih berhasil.

Terapi perilaku kognitif (CBT) telah ditunjukkan untuk membantu orang dengan gangguan bipolar mengevaluasi kembali cara berpikir mereka tentang diri mereka dan dunia, yang dapat menstabilkan suasana hati mereka dan membantu menjaga kehidupan mereka tetap berjalan. Sesi terapi juga dirancang untuk membantu mengembangkan keterampilan mengatasi yang sehat untuk mengatasi dorongan untuk mengobati sendiri dengan obat-obatan. Meditasi mindfulness juga dapat membantu dengan memfokuskan kesadaran pada saat sekarang dan menghentikan pola berpikir destruktif.

Setidaknya begitu menurut Promise.

Gw Mau Menyumbang!

Kita bisa ikut membantu ODB dengan cara menyumbang ke Bipolar UK. Atau kalau rasanya kejauhan, nyumbang supaya web ini tetap hidup juga lumayan kok sebagai permulaan. Silahkan menuju halaman ini atau klik tombol di bawah ini:

Small Donate Button

Average Rating
0 out of 5 stars. 0 votes.
Gimana, keren kan? Klik di sini untuk menjaga web ini tetap hidup.

Tinggalkan Balasan