Hari Ketiga Bangun Kesiangan

Hari Ketiga Bangun Kesiangan Walaupun Mengurangi Dosis Obat

Hari ini adalah hari ketiga gw bangun kesiangan walaupun sudah mengurangi dosis obat Clozapine yang diresepin dokter. Seharusnya gw mengonsumsi satu butir, semalam gw coba dulu seperempat butir. Namun setelah seperempat butir dan gw gak kunjung tidur, maka gw coba menambahkan seperempat butir lagi.

Mungkin lantaran gw sotoy, makanya gw tetap bangun kesiangan hari ini. Plus, gw tetap bangun dalam keadaan malas-malasan. Tapi gak khawatir, lantaran gw udah punya hal-hal yang bisa gw lakukan kalau gw malas gerak. Ya walaupun gw tetap gak beranjak ke luar kamar sih. Soalnya lagi hujan juga sob.

Bahasan Hari Ini

Hari ini gw mau bahas tentang placebo dan psikosomatis. Kalau lu belum sempat baca tentang apa itu plasebo dan apa itu psikosomatis, di sini gw mau coba menyederhanakan artinya. Plasebo adalah obat bohong-bohongan, sementara psikosomatis adalah penyakit bohong-bohongan.

Wah, udah gede kok masih suka bohong? Kan kamu bukan Susan yang bingung udah gede mau jadi apa. Plasebo diberikan pada pasien untuk efek menyenangkan hati pasien, yang padahal kandungan obatnya itu cuma air gula atau garam. Hmmm, boleh pilih rasanya gak ya? Soalnya gw suka yang manis asem asin gitu (biar ramai rasanya!). Sementara, psikosomatis itu adalah penyakit yang dirasakan pasien, padahal secara fisik dia itu gak kenapa-napa.

Pertanyaan gw adalah:

Apakah obat bohong-bohongan bisa dipakai untuk mengobati penyakit betulan, dan apakah obat betulan tidak membahayakan pasien dengan penyakit bohong-bohongan?

Jawabannya mungkin berbeda ya buat setiap individu. Ujung-ujungnya ya di keyakinan pasiennya.

Waktu itu, sebelum gw menjalani operasi syaraf terjepit, seorang dokter bedah terkemuka bilang ke gw begini:

Bila diandaikan jari terjepit pintu, makan penghilang sakit tanpa operasi itu seperti menghilangkan sakit di jari tapi jarinya tetap terjepit.

Masuk akal banget sih. Ya walaupun gw ga merasakan efek dari hasil operasi itu, tapi gw lebih beruntung dari mereka yang dioperasi dan hasilnya gagal. Memang disebutkan di awal bahwa kemungkinan operasi ini adalah 50% sembuh dan 50% lumpuh. Gw gak termasuk di antaranya, lantaran gw gak sembuh tapi tetap lumpuh. Salah siapa? Ya salah gw sih, soalnya di hari kedua aja gw udah turun ranjang buat beli rokok. Nah, ini efek buruk dari merokok ternyata hahaha…

Ada Cerita Lain Buat Hari ketiga…

Waktu itu gw sempat ikut-ikutan pecinta alam dan salah satu teman gw meganging parafin yang terbakar. Keadaan saat itu sangat dingin, tapi parafin itu bisa dipakai untuk masak Indomie. Seharusnya api itu panas dong? Tapi tangan teman gw itu gak melepuh.

Ini membawa gw ke pertanyaan lainnya, yaitu:

Efek dari fisik itu karena otak yang menyuruh tangan jadi melepuh, atau rangsangan dari fisik yang menyuruh otak memberi sensasi panas?

Ini mirip-mirip pertanyaan yang muncul di pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam waktu dulu gw sekolah dulu. Di pelajaran itu ada pertanyaan, “Mengapa bunga mawar berwarna merah?” Dan jawabannya adalah, “untuk memikat serangga agar terjadi penyerbukan.” Menurut gw sih ini aneh ya? Kok sebab jadi akibat sih? Atau sebaliknya? Bukannya mawar itu merahnya dari sananya ya, makanya serangga datang. Terus kalau mawar yang beda warna alasannya gimana dong?

Kaya kemarin gw baca cerita lawak begini. Ada yang nanya, “bagaimana cara ayam keluar dari telur?” Lalu dijawab, “pertanyaannya adalah bagaimana ayam itu bisa masuk ke dalam telur?” Jejeng!

 

Average Rating
0 out of 5 stars. 0 votes.
Gimana, keren kan? Klik di sini untuk menjaga web ini tetap hidup.

Tinggalkan Balasan