Fenomenal: ThunderStruck Malcolm Young R.I.P

Siapa Itu Malcolm Young?

Malcolm Young adalah gitaris sekaligus pendiri band legendari AC/DC yang baru saja wafat. Kalau kalian ada yang belum tahu dia siapa, mingkin inget pernah denger lagu ini di salah satu film favorit kalian:

Masih gak ingat juga? Ini lagunya di film Planes Fire and Rescue:

Tetap gak ingat? Keterlaluan! Gimana kalau video yang jadi viral ini?

Keren kan? Kerenlah… anak gw yang balita aja langsung suka dan suka nyanyi-nyanyi lagu ini. Salah satu pemilik label rekaman pernah berujar, “kalau sebuah lagu sudah sampai dinyanyikan oleh anak kecil, itu tandanya lagu itu laku.”

Ada benarnya juga sih. Anak gw yang sulung malah sering nyanyiin lagu Peter Pan yang liriknya, “…buka dulu topengmu…” lantaran tuh musik emang ear-catching banget. Terlepas dari suka atau tidak suka. Soalnya sob, bagus/gak bagus dan suka/gak suka ditentuin sebagian besar oleh seberapa sering kita dapat infonya.

Sesuatu yang keren tapi gak konsisten bakal gampang dilupain, kecuali kalau pelakunya memang fenomenal. Soalnya si fenomenal ini sebelumnya pasti sudah masuk jajaran fenomenal karena mereka konsisten duluan. Contohnya nih, lagu Power To The Music yang disajikan Motley Crue:

Maka lagu Power To The Music ini jadi fenomenal lantaran bandnya juga fenomenal. Band ini sendiri jadi legendaris karena dikenal dengan lagu-lagunya yang rock ballads dan slow rock.

Balik lagi ke Mister Malcolm Young, doi juga perform sama bandnya dengan lagu ngehitz yang berjudul “Highway To Hell”. Kira-kira sekarang doi lagi Highway To Hell apa malah milih Starirway To Heaven ya?

Halusinasi

Ini sih udah gak ada hubungannya dengansi mister tadi, gw mau ceritain soal halusinasi gw kemarin. Tadi sebelum gw mulai nulis tulisan ini, laptop gw masih ngebuka halaman yang tadi pagi gw tulis. Jujur gw takjub sendiri sama tulisannya, soalnya gw ga inget detailnya, dan ditambah lagi tulisannya amburadul banget. Gw juga amburadul sih, bedanya kalau gw tuh amburadul disengaja… keren kan ga nyerah sama nasib?

Jadi tadi pagi gw nanya yayang gw apakah doi juga denger musik yg sama? Ternyata gak ada musik sama sekali.

Gw jadi kepikiran begini, misalnya:

  1. Kita bikin kelompok berisi 10 orang lalu, orang ke-1 kita suruh keluar ruangan.
  2. 9 orang di dalamnya nyalain musik dari alat yang diumpetin dan kompakan untuk pura-pura gak denger musik.
  3. Orang ke-1 tadi masuk lalu nanya soal musik yang dia dengar.
  4. 9 orang itu berusaha meyakinkan orang ke-1 bahwa gak ada musik.
  5. Apa yang terjadi?

Gw rasa si 1 orang itu lama-lama percaya kalau dia itu halu doang.

Percobaan ini bisa dibuat pakai model lain juga, misalnya mindahin meja ke tempat yang gak biasa lalu semua kompakan gak tahu menahu soal meja itu. Uuu… horror.

Lalu salah satu dari 9 orang itu menawarkan sesuatu pada orang ke-1 supaya dia bisa sembuh dari “halusinasinya”. Tentunya dengan embel-embel biaya jasa yang biasaya dibalut “penawaran istimewa”. Nah, kena deh!

Update: Gw ga inget pernah nulis ini.

Average Rating
0 out of 5 stars. 0 votes.
Gimana, keren kan? Klik di sini untuk menjaga web ini tetap hidup.

Tinggalkan Balasan