Auto Responder Menyebalkan

Auto Responder Menyebalkan

Reading Time: 3 minutes

Auto Responder Menyebalkan

Pagi ini Saya baru utak-atik akun Saya di jagat dunia maya ini. Ada yang Saya alih namakan, ada juga yang Saya tutup. Di tengah-tengah keusilan Saya ini, muncullah niatan Saya untuk bikin auto responder buat nyautin temen-temen yang nyoba ngontak Saya via email. Cara bikinnya sih sederhana buat Saya, kalau buat lu mungkin malah gampang banget. Wong seumur-umur Saya ga kepikiran bakal butuh fasilitas ini kok. Buat lu yang mau coba bikin tapi gak tahu caranya, udah Saya copas di bagian bawah halaman ini. Tapi gak Saya terjemahin, rasain wek! :p

Lantas setelah kepikiran, Saya dihadapkan pada halaman kosong di mana Saya harus memasukkan draft email auto responder tadi. Lalu Saya berpikir keras, dan Saya putuskan untuk Googling… ini artikel menarik yang Saya temui:

Hostens | A home for your website

Contoh Auto Responder 

[Salam pembukaan] Terimakasih untuk emailnya. Saya akan kembali pada (Tanggal mulai kerja). Sebelum saat ini, saya akan mengalami kesulitan menjawab email.

Untuk bantuan lebih cepat, silahkan menghubungi nomor ini: (tulis nomor telpon di sini).

Kecup Hangat,
[Nama Kamu]

 

Bagian ngasih nomer telpon di atas terus terang bikin Saya bingung juga sih, sob. Secara… ngapain bikin auto responder kalo ujung-ujungnya kudu ngeladenin orang yang ngerecokin liburan lu lewat telepon. Dang!

Cara Membuat Auto Responder:

  • Microsoft Outlook –  “Out of Office” notification instructions
  • Gmail  – instructions for setting up an autoresponder with Gmail
  • Yahoo Mail  – instructions for setting up an autoresponder with Yahoo Mail
  • Outlook.com – instructions for setting up their autoresponder  with Outlook.com

Sumbernya bisa diintip di sindang, bo!


Lalu Kenapa Menyebalkan?

Auto responder bakal jadi momok (pake “o”) yang menyebalkan waktu Saya berada di posisi yang menunggu jawaban. Saya kasih contoh kasih yang baru aja Saya alami. Kemarin ini ge sempat belanja di Shepoo (nama disamarkan demi kebaikan bersama) menggunakan Kredivo. Etapi nih, salah satu barang yang Saya beli ternyata rusak. Lalu Saya dan penjualnya sepakat untuk melakukan retur. Di saat inilah, ketika barang penjualnya masih otw dari tempat Saya ke tempat penjual… Saya harus menjawab dan konfirmasi melalui email.

Apakah bahagia? Tentulah… penjualnya cuma sekali bikin naik banding tapi sangat kooperatif waktu doi Saya kasih video keluarganya Saya sandera..halah! Maksudnya penjual jadi kooperatif waktu Saya kasih liat video buat nunjukin bagaimana kondisi rusaknya.

Yang bikin auto responder menyebalkan adalah karena dari Sheepo terus menerus ngirimin Saya auto responder yang isinya ga nyambung. Bisa dibilang malah bikin panik.

Contoh yang bikin sebel adalah… Saya kirim email ke Shepoo, lalu chat sama penjual, ketemu solusi dong! Lalu Saya dapet auto responder yang gak nyambung, sehingga Saya harus telepon nanya ke pihak Shepoo. Klik, tutup telepon (telpon rumah keleus). Eh nongol tuh auto responder yg isinya begini kira-kira:

“Kami mengerti atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Namun kami belum dapat memproses karena masih menunggu bukti-bukti blablabla… Terimakasih atas kesabarannya dan semoga ke depannya blablabla…”

Hal yang sama terjadi denga salah satu jasa keuangan di tanah air. Yang menurut Saya sih ya, harusnya untuk usaha sekelas itu lebih keren lagi. Jadi oleh perusahaan ini, email Saya yang berisi berkas-berkas direspon sama si auto responder yang minta berkas-berkas. Fhat The Wuck?!?

Nah, sebelum kalian meninggalkan Saya di sini, kenapa gak coba intip topik-topik yahud di bawah ini?

 

Just my 2 cents. Wanna show me yours?