Bipolar Disorder Yang Rese Tapi Asik-Asik Aja

Bipolar Disorder Yang Rese Tapi Asik-Asik Aja

Reading Time: 3 minutes

Bipolar Disorder Yang Rese

Sebelumnya Saya menulis soal keadaan yang Saya jalani sekarang sebagai orang yang menurut psokiater Saya adalah Bipolar Disorder. Wah, keren juga sih… buat Saya itu sebuah pencapaian loh. Kaya dapat gelar Sir di Inggris. Pagi ini sih badan Saya lagi gak kompak, di kuping Saya mengalun nada-nada yang mirip dengan kalai Billy Sheehan main bass. Itu semalam, kalau pagi ini, Saya sampe minta pasangan Saya memastikan apakah ada suara musik di luar. Karena terus terang, biasanya gak seharmonis ini.

Seperti biasanya, Saya langsung mendengarkan lagu kenceng-kenceng pakai earphone dan mulai mengetik. Tadinya mau mengetik soal yang lain, sampai Saya tersangkut di sebuah artikel mengenai bipolar ini.

Bipolar Disorder Yang Asik-Asik Aja

Sejak jam empat pagi tadi, lantaran Saya membantu menyelesaikan tugas anak Saya, Saya mulai berhalusinasi. Tembok sebelah kiri Saya bagaikan terbuka tanpa ada tembok. Monitor Saya jadi cembung. Dan yang paling ngeselin adalah banyak bayangan bergerak-gerak seperti kapas di ujung-ujung mata Saya dan selalu bergerak ke tepian jarak pandang Saya. Tapi.. yang paling mengesalkan adalah jari-jari Saya tersandung sandung tuts keyboard yang seolah-olah bergerak menghindari Saya.Seperti batu di kolam yang dipakai sebagai pijakan untuk ke seberang.

Pengalaman Bonus Halu di Pagi Hari

Keseimbangan badan Saya juga terganggu. Terus terang Saya males banget buat korekdi tulisan Saya dengan berbagai macam ganggan ini. Semua huruf menari-nari. Huruf yang berwarna putih di atas tuts hitam bagai cacing saja. Kenapa tidak diimbangi dengan tuts putih tapi huruf hitam ya? Siapa tahu bisa jadi gubahan sebuah musik. Silahkan baca tulisan Saya yang lain…

  1. Penyakit Mental: Ditemukan atau dibuat?
Berpindah

Sekarang manusia-manusia atau mahluk itu memutar ke belakangku, Bikin sempit tempat mengetikku saja,Namun kalau kuangkat kepalaku, mereka hilang. Tadi waktu habis menunduk, aku melihat di balik laptop ada dedaunan seperti kalau mau safari saja.

Sepertinya huru-huruf di keyboard mulai lelah, mereka bergoyang bagaikan jamur terkena angin.

Sampai sejauh ini pun aku menulis, huruf-huruf yang sudah masuk ke layar tidak mengurangi kereseannya dengan terus bergoyang,

Di belakang Saya tempok, kirain ada yg nongkrong!

Update dan Revisi 🙂

Sekarang Saya baru bangun tidur, jam menunjukkan pukul 23.22. Saya ketawa sendiri baca tulisa Saya tadi pagi, dan kalau ada yang gak ngerti, ini Saya tulis lagi sekaligus Saya perbaiki:

Sekarang manusia-manusia atau mahluk itu memutar ke belakang Saya., Bikin sempit tempat ngetik Saya aja. Namun kalau Saya angkat keppala, mereka hilang. Tadi waktu habis nunduk, Saya ngeliat ada dedaunan di balik laptop, seolah-olah Saya ngetik ini sambil menerobos semak-semak..

Sepertinya huruf-huruf di keyboard mulai lelah, mereka bergoyang bagaikan jamur terkena angin. <– shroom tipis kecil yang mirip cacing.

Tapi Saya teta ngelanjutin nulis, huruf-huruf yang sudah masuk ke layar (monitor) tidak mengurangi kereseannya dengan terus bergoyang (seperti waktu ada di tuts keyboard).

Sebetulnya ada tembok di belakang Saya, tapi Saya ngerasa ada yg nongkrong!

Saya bangun tidur jam 23.23. Ini judulnya Saya bangun kemalaman, bukan bangun kesiangan lagi hahaha…

Mau tahu lebih frtail tentang bopilar? Bacaulasan Alodokter  di sini.

Dan Ada Rekan Bipolar Yang “Go Public” di sini.

Begini copas malesnya :

Jakarta, CNN Indonesia — Tanita Felycia Poluan (24), pengemudi yang menabrak belasan kendaraan di kawasan Sudirman-Senayan, pada Selasa (21/11) malam, diketahui mengidap penyakit bipolar. Polisi akhirnya memulangkan Tanita kemarin malam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, Felicia memiliki kartu kuning dari rumah sakit tanda ia mengidap penyakit tersebut.

“Kartu kuning dari rumah sakit bahwa dia ada gejala tekanan mental yang tak stabil,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/11).

Bipolar merupakan panyakit yang salah satunya ditandai dengan kesulitan mengontrol perubahan emosi yang sangat drastis. Bipolar penyakit yang bersifat biologis, bukan psikis.

Sebelumnya, pihak kepolisian mencurigai Felycia menggunakan narkotika saat mengendarai mobil karena berkendara secara ugal-ugalan. Akan tetapi, hasil tes urine yang dilakukan Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya hasilnya negatif.

“Karena di sana dari laporan melihat ada kejanggalan dalam menyopir kendaraan dan enggak nyambung kalau diajak ngomong, tapi saat di tes narkoba hasilnya negatif,” ujar Argo.

Just my 2 cents. Wanna show me yours?