Dedikasi Pada Kegiatan tidak selalu datang di awal kerja. Karena kalau di

Dedikasi Pada Kegiatan

Reading Time: 2 minutes

Dedikasi Pada Kegiatan

Dedikasi Pada Kegiatan tidak selalu datang di awal kerja. Karena kalau di awal kerja itu namanya baru niat. Gimana kalian bisa bilang, “yaaaay aku akan kerja giat dan mencintai pekerjaan ini”… kalau ngejalaninnya aja belum. Contoh nih ya, gimana kalian tahu jadi Batman itu enak, kalau jadi hansip aja ngos-ngosan? Diliatnya sih keren, tapi coba aja liat di film Justice League, gimana dia harus tetap maju walaupun babak belur. Dan itu yang bikin Batman paling “stand out” di antara para jagoan kita <— Batfans/DC fanboy.

Yuk coba kita tonton dulu dua film di bawah ini:

Dua video di atas adalah hasil karya Hofmeester yang bikin time-lapse (sebagian sih video) dari pertumbuhan kedua anaknya selama 18 tahun untuk si kakak. Pertanyaannya adalah… apakah mister ini emang niat sambil mikir, “Hmmm Saya bakal bikin timelapse untuk anak Saya sampai 18 tahun ke depan”. Atau setelah anaknya umur 16 tahun (video Lotte pertama yang Saya tonton) mister ini baru mikir, “Yes, daripada kehapus, mending Saya bikin timelapse deh”. Di mana strategi ini Saya pakai juga buat anak-anak Saya. Bahkan kalau di kasus Saya, beberapa video Saya jadiin satu kolase. Jadi bisa Saya tonton barengan semua dalam satu layar hahaha…

Btw, ini si adiknya yang cowok kayanya sisirannya begitu buat umpetin pitaknya kali ya?

Dedikasi Keringetan

Beda ceritanya sama bapak-bapak yang ngegali tembus gunung biar teman satu desanya bisa punya akses lebih gampang, atau bapak-bapak yang nanemin pohon di tempat gersang sampai jadi tempat yang hijau. Well, yang Saya omongin bukan berapa banyak keringat yang dikeluarin ya… Soalnya jelas-jelas pasti banyakan yang urusan fisik, alami itu sih. Coba kalau si bapak-bapak tukang gali sekarang kita mintain video anaknya dari bayi sampe umur 18, mungkin dia mati kutu juga sih.

Jadi yang Saya bandingin adalah niatnya. Rasanya sih hampir gak mungkin si bapak tukang gali itu suatu ketika mikir, “hmmm… ngapain ini gunung ada di sini ya? Ngehalangin Saya aja!” dan besoknya dia mulai menggali. Eh tahu-tahu suatu hari galiannya tembus ke sisi gunung yang lainnya, dan mulailah teman-teman sedesanya menikmati hasil jerih payahnya. Itu gak moongkeeeen! Saya yakin doi pasti niat deh ngegalinya sob.

Kurang cuco’ ya perbandingannya? Yo wes, tonton yang di bawah ini deh:

Timelapse juga sob, cuma Saya rasa untuk urusan niat ya betilah… beda tipis. Btw, hati-hati sama lagunya ya… nempel banget di kepala!

Just my 2 cents. Wanna show me yours?