Endless OS adalah system operasi gratis yang bisa digunakan dual boot

Endless OS Yang Endless Download

Reading Time: 5 minutes

Mula-mula, download fle ISO Endless OS di sini. Atau gunakan Etcher buat bikin LIVE Flashdisk (USB Stick), walaupun rasanya Etcher sama saja dengan UnetBootin yang biasa Saya pakai sih.

Sambil Nunggu Download, Kita Baca Dulu Apa itu Endless OS?

Endless OS adalah sistem operasi gratis dan mudah digunakan yang telah dimuat dengan lebih dari 100 aplikasi, membuatnya sebagai sistem operasi yang berguna sejak pertama kali Anda menyalakannya. Jelajahi lebih lanjut apa yang yang membuat Endless OS berbeda, intuitif, dan luar biasa.

Gratis dan Mudah

Itu adalah kombinasi dua kata yang jarang Saya temuin sih, dan kampretnya... Saya sukain juga. Jadi kebayang kan seberapa sulitnya Saya dipuaskan? Hahaha...

Karena dual-boot buat Mac sampai saat Saya nulis ini belum memungkinkan, maka Saya mau coba aja buat bikin Endless OS masuk ke partisi lain dari Mac Saya ini sama kaya cara Saya pakai Phoenix OS. Penguna Linux juga diarahin buat pakai Endless OS ini pakai Live USB dengan cara yang sama dengan Mac.

Instalasi

Kalau untuk pengguna Windows bisa langsung install kok, enak kan?

Artikel Selengkapnya tentang instalasi untuk Mac bisa dilihat di sini.

  • Unduh file ISO Endless OS dari https://endlessos.com/id/unduh-gratis
  • Unduh dan instal Etcher dari https://etcher.io/
  • Colok perangkat USB Anda ke Mac. Semua data di USB Anda akan hilang.
  • Jalankan Etcher.
  • Klik Select image, dan pilih file ISO yang baru Anda unduh.

Gak nemu file ISO? File ISO bisa diambil di bagian bawah halaman ini. Gak seperti tulisannya yang bilang "bisa diambil dari web di atas" yang bikin Saya bolak-balik nyari tuh iso babat. ISO bisa langsung ambil di sini.

Entah komputer Saya yang dodol atau gimana, ISO versi Indonesia malah lebih lambat daripada ISO berbahasa Inggris.

Buat yang berdomisili di Jakarta dan butuh installernya bisa kontak Saya via email: digressingme@gmail.com.

Kesan Sebelum Nginstall Endless OS

Penting gak penting sih ya (sambil nunggu download ISO)...

Awalnya sih Saya lagi cari cara buat install Phoenix OS di Chromebook. Buat jadi pengganti Ubuntu yang belakangan udah mulai sering error. Saya yang lagi tergila-gila install ini itu tanpa sebab yang jelas, mendadak nemu satu artikel yang nulis soal Endless OS. Sayangnya, artikel ini kaya pemerkosaan bahasa melalui Google Translate. Tapi isinya lumayan bikin hati penasaran soal Endless OS.Lalu Saya temuilah web resminya, yang di situ Saya ngeliat video soal OS ini. Cuma ya... kok kesan yang Saya tangkap adalah ini OS buat belahan dunia ketiga yang rakyatnya miskin-miskin (atau emang iya?).

Baca juga: Instalasi Endless OS

Ya gpp juga sih, kali aja Endless OS ini jadi OS pertama yang mengusung hak rakyat miskin (apalagi ada bapak guru yang lagi melototin muridnya) dan gak malu-malu tampil miskin. Yang bikin Saya tertarik adalah begitu video itu bilang, "bisa digunakan offline". Wow... Saya langsung naksir dong. Eh ternyata. doi gak bisa jalan di Chromebook. Ngehe juga... tapi Saya kepalang pindah komputer dan jatuh hati. Ya udahlah dilanjutin downloadnya.

*Tuing! Saya dapet email dari Michael Hall yang isinya :

Thanks for letting us know! I'll keep an eye out for it. If you want to learn more about Endless OS or get involved in our community, please each out to one of our Ambassadors (https://community.endlessos.com/t/introducing-our-first-endless-ambassadors/4711) who are doing amazing work in Indonesia.

Gooood... Saya jadi tahu harus recokin siapa dengan aneka pertanyaan seputar OS ini. Asik juga ya kalau udah ada perwakilannya di Indonesia? Dan ini formasi mereka sebelum jadi robot raksasa.

Ternyata download ISO ini lama banget yah? Baiklah, bakal Saya lanjutin nulisnya setelah Saya install aja daripada makin banyak hal-hal gak berguna yang Saya masukin di sini.

(Bersambung...)

(...disambung 6 jam kemudian)

Lantaran gak kelar-kelar setelah 6 jam proses download dan baru dapet 5.64GB dengan speed 650kbps, Saya browsing lagi tentang OS yang satu ini. Menurut video yang Saya tonton, Endless OS tadinya nyediain tab buat download installer versi Mac/Linux yang entah kenapa saat Saya buka malah gak ada.

Sayang banget ya, sob? Tapi asiknya, banyak konten yang konon udah dipadatkan dalam instalasi ini. Gak heran kalau ISO-nya aja sampai 15GB, jauh lebih gede dibanding Phoenix OS yang cukup masuk ke flashdisk 4GB.

Buat spek minimum, Endless OS bisa dinikmati  pakai RAM 2GB, storage sebesar 32GB dan berjalan di 64-bit.

Dari segi tampilan, Endless OS mirip sama Ubuntu 17.10 dengan tampilan aplikasi yang ala Android. Atau Android yang ala Linux?

14 Jam Kemudian

Yup... 14 jam kemudian dan masih belum selesai downloadnya loh. Kalau emang OS ini betul-betul buat negara yang fakir internet, bisa-bisa keburu dijajah negara lain sebelum bisa sempet ngerasain OS ini.

Barusan Saya sempat browsing dan lihat bahwa mulai ada laptop yang terinstall Endless OS. Ini sebuah kabar baik sebetulnya, mengingat harga Windows yang lumayan. Terakhir ngecek masih sekitar 2-3jutaan. Saya memang lagi omongin yang original, sob... ayolah. Kalau ada yang ori tapi gratis, kenapa harus yang bajakan tapi murah (apalagi bajakan yang mahal)? Wong postinganlu di sosmed kalau dibajak orang aja lu bisa kesel, gimana para pembuat OS yang udah mikir sampe keringetan terus enak-enak lu pake bajakannya?

Konten

Konon (karena Saya belum berhasil cobain) OS ini udah terembed berbagai macam konten. Misalnya ilmu pengetahuan dan lain-lain. Kenapa? Karena ya itu tadi... disasarkan pada mereka yang punya kesulitan buat mendapatkan koneksi internet.

Lantas... download lemot 15GB gak pake internet gitu?

Ini bikin Saya inget waktu Saya pakai eMac yang kaya helm astronot itu. Waktu itu Saya dibekali satu CD yang isinya ensiklopedia plus gambar yang bisa diputer-puter 360x360 derajad. Persis kaya kamera 360 yang sekarang bisa kita nikmatin pakai Virtual Box. Kebayang gak segimana revolusionernya Apple (saat itu)?

eMac
eMac 2002

Kenapa Saya bandingin sama eMac? Karena huruf "e" di depan Mac adalah singkatan dari educational yang artinya pendidikan yang juga jadi sasaran Endless OS ini. Dan rasanya cukup adil Saya bandingin eMac yang umur dan tekhnologinya udah lewat 15 tahun dengan Endless OS yang pakai tekhnologi jaman now.

Tapi gak usah berkecil hati dulu, karena justru teknologi jaman now ini yang memungkinkan lahirnya Laptop Keren Dengan Endless OS.

2 Jam Kemudian... Akhirnya Beres Didownload!

Sekarang kita coba buat bikin Live USB seperti yang diinstruksikan oleh web Endless OS... Saya coba dulu pakai Etcher... dan bakal Saya sambung tulisan ini ke Instalasi Endless OS.

Iklan numpang lewat:

Gimana? Ada minat buat beli laptop yang udah terisi Endless OS? Atau mau coba-coba Endless OS di laptop yang udah lu punya? OS ini bisa didownload gratis. Kalau kebetulan berdomisili di Jakarta dan males nunggu download yang lama, proses pembuatan LIVE USB yang lama dan bisa gagal juga, boleh kontak Saya di digressingme@gmail.com buat kita Gojekin aja SD Card/Flashdisknya. Gak gratislah, sesuai aturan dari Endless OS-nya sendiri kok.

Just my 2 cents. Wanna show me yours?