Google VS Apple Setelah Hampir 20 Tahun Mengunakan Keduanya

Google VS Apple Setelah Hampir 20 Tahun Mengunakan Keduanya

Reading Time: 4 minutes

Kadang-kadang saya bertanya-tanya sendiri apa perbedaan antara Google VS Apple selain nama merk dan logonya. Kalau kamu pernah memikirkan hal serupa, ada baiknya kamu melanjutkan membaca artikel ini dan menambahkan kekurangan artikel ini di kolom komentar atau membuat artikel sendiri dengan cara mendaftar dahulu di web ini.

Awalnya

Tenang, saya tidak akan membahas terlalu dalam tentang sejarah perusahaan ini. Saya hanya akan membahas yang sesuai dengan judul tulisan ini. 😀

Apple berawal dari garasi, sekumpulan orang yang berdedikasi untuk membuat perangkat keras berkualitas tinggi. Walaupun Steve Wozniak dan Steve Jobs mulai serius bekerjasama saat pembuatan Pong, game Atari.

Google, merupakan perusahaan yang lebih muda. Didirikan pada 4 September 1998 oleh Larry Page dan Sergey Brin. Lahir di era internet dan memulai perjuangannya dari membuat perangkat lunak.

 


Peluncuran Produk

Walaupun prototype Apple I dibuat dari berbagai macam peralatan bekas, tidak ada satupun produk yang diijinkan keluar dari garasi tanpa melalui kontrol kualitas dari Steve Jobs. Dan itu berlangsung sampai sekarang. Tidak ada satu pun produk yang akan didengar oleh calon konsumen sebelum produk tersebut betul-betul diluncurkan ke pasaran. Semua rencana dan proses pembuatan menjadi rahasia Apple.

Pernah sekali waktu Apple menarik iPhone dari pasaran karena Steve Jobs mendapati iPhone yang dimilikinya tergores kunci di kantongnya. Begitu pula ketika ada masalah dengan batere dan sinyal, saya lupa iPhone berapa itu. Silahkan browsing, Apple (terutama Steve Jobs) mempunyai banyak kisah menarik yang difilmkan.

Gaya yang berbeda diterapkan oleh Google, perusahaan ini lebih memilih mengeluarkan sistem BETA, di mana sebuah produk (software) diumumkan dan dilemparkan langsung ke pengguna sambil mengumpulkan feedback. Dari situlah Google akan memilah fitur mana yang akan dipakai dan fitur mana yang akan dibuang atau disempurnakan.

Persilangan

Di sinilah keadaan menjadi menarik!

Apple semakin mengembangkan pasarannya di perangkat lunak, sementara Google semakin mengembangkan perangkat kerasnya.

Tapi ciri khas masing-masing perusahaan tetap dipertahankan. Apple cenderung melunakan sesuatu yang bentuknya fisik. Misalnya sebuah walkman (konon terilhami dari hobi anak Steve Jobs) yang berisi kaset disulap menjadi iPod dan kini menjadi software iTunes. Editor video yang tadinya memerlukan berbagai perangkat agar bisa dilihat tanpa perlu rendering diubah menjadi iMovie dan FinalCut Pro. Dan daftar ini terus bertambah.

Sementara Google cenderung membuat software menjadi hardware. Google bagaikan "membendakan" sesuatu yang tadinya bersifat virtual. Seperti membuat berhala ya? Hahaha...

Sebutlah Google Clips dan Google Home, bisa tebak terinspirasi dari software apa?

Purna Jual Google VS Apple

Cuma perusahaan kelas bawah yang tidak memiliki layanan purna jual yang baik. Dan ini tentu tidak berlaku bagi Apple yang harga merknya saja bernilai $170.3 milyar sementara merk Google seharga $101.8 milyar. Menurut Forbes.

Karena Apple cenderung untuk "menahan" sebelum meluncurkan produk, ini memberikan waktu lebih lama bagi Apple untuk mematangkan divisi purna jualnya. Tidak ada yang tidak bisa dijawab oleh Apple mengenai produk yang cacat. Kalau ada kecacatan, Apple punya jawabannya.

Hal paling absurd adalah ketika Steve Jobs "menyalahkan" cara pemegangan iPhone sebagai penyebab buruknya penerimaan sinyal. Atau ketika Apple menaruh peta asli (Ya! Terbuat dari kertas) di bandara ketika aplikasi Maps kacau. Dan berdalih bahwa pilot sesungguhnya tidak akan membaca peta dari telepon.

Dan entah kenapa, jawaban itu cenderung diamini oleh para pengikut sekte Apple. Karena kalau dipikir-pikir, ada benarnya! 😀

Saran tontonan: The Man In The Machine

Di lain pihak, Google yang memiliki strategi luncurkan dan koreksi, memiliki purna jual yang sama baiknya. Bedanya, Google bersifat lebih terbuka, fleksibel dan responsif. Bisa dibilang (menurut pengalaman pribadi), Google berada di area abu-abu yang menjembatani antara konsumen dengan developer software.

 


Berbagi

Ini faktor paling menyebalkan soal Apple. Apapun yang masuk ke Apple bagaikan "terkurung" di dalamnya. Bahkan sesama produk Apple (secara normal) tidak bisa dengan mudah berbagi file. Saya harus menggunakan wifi untuk memindahkan foto yang saya klik menggunakan iPhone saya ke Macbook. Dan itu pun sebetulnya bukan memindahkan, tapi synchronizing. Yang benar saja!

Kalau pakai produk Android yang notabene adalah produk Google juga. Saya bahkan bisa dengan santai bertemu client hanya dengan membawa Google Nexus saya. Saya bisa menyalakan PC (dengan sistem operasi apapun kecuali MacOSX), memindahkan file ke telepon selular saya, berangkat bertemu client, ngobrol sebentar, lalu kirim file yang saya bawa dari rumah. Dan sebagai bonus, client saya bisa langsung mengirimkan file baru ke telepon saya.

Google VS Apple Menurut Pengalaman Pribadi

Saya, sebagai pengguna kedua produk di atas memiliki pengalaman pribadi yang bisa saya bagikan. Saya bukanlah pengguna fanatik satu merk, namun ada satu hal yang membuat saya tetap memakainya. Yaitu karena barang dengan merk yang saya pakai belum rusak! Sudah, sesederhana itu.

Saya memakai Apple Macbook Pro mid-2010 yang kalau kamu sudah mengikuti web ini cukup lama akan tahu seberapa berat percobaan yang saya timpakan pada laptop ini. Saya sudah menginstallnya dengan berbagai macam sistem operasi, sempat blank, boot-loop, namun laptop ini tetap berhasil hidup kembali. Begitu pula dengan iPhone 5 yang saya pakai... tidak banyak yang saya lakukan dengan iPhone ini, karena... rasanya memang tidak perlu dimodifikasi.

Terkait: Pimp Your 2009 Macbook Air

Hal yang sama terjadi dengan Acer Chromebook C720P yang saya pakai, tetap berfungsi baik walaupun melalui "siksaan" yang bisa membuat PC Windows rusak. Saya juga pernah pakai Nexus, tapi sudah rusak. :_(

Jadi bagaimana? Bingung kan kalau pilihannya Google vs Apple?

Just my 2 cents. Wanna show me yours?

3 thoughts on “Google VS Apple Setelah Hampir 20 Tahun Mengunakan Keduanya