LGBT Jaman Now

LGBT Jaman Now

adsense
Reading Time: 3 minutes

Prinsip

Saya bakal mulai tulisan kali ini dengan kutipan dan BBC Indonesia di bawah ini:

“Kecenderungan untuk memaknai LGBT bertentangan dengan nilai-nilai moral, nilai-nilai sosial, semakin kuat. Ini harus dilakukan studi yang lebih memadai agar bisa menjadi masukan yang lebih kuat bagi pemerintah dan DPR merumuskan seperti apa regulasi yang tepat, mumpung di KUHP yang berkaitan dengan pasal tentang perzinahan, perkosaan dan seterusnya itu dimasukkan,” kata Humas Kementerian Agama, Mastuki.
– via BBC Indonesia

Pada prinsipnya Saya setuju banget sama ucapan beliau di atas walaupun pernyataannya di luar daya tangkap Saya yang bukan expertise di bagian ini.

Pandangan Saya pribadi tentang LGBT bisa dibilang seperti, “orientasi seksual lu ya buat lu, bukan buat Saya (atau oran lain yang gak sepaham)”.

Kenapa kata “gak sepaham” Saya bikin bold? Lantaran sering kali yang Saya temuin adalah prilaku LGBT yang mengganggu mereka yang bukan pelaku LGBT. Misalnya, seru-seruan atau kata-kata godaan yang dibalut sedemikian rupa sampai bikin orang lain ngerasa terganggu.

Jadi Sasaran LGBT

Jujur aja yah, Saya sih lumayan sering jadi sasaran LGBT hahaha… Awkward banget gak sih kalau tiba-tiba lu dielus-elus, dipuji-puji dan dicubit?… atau malah keenakan?

Maksud Saya, okelah lu LGBT, cuma ya punya standard dong… gak trigger happy dengan godain orang secara random. Mnimal cek dululah calon korban bakal appreciate atau gak diperlakukan begitu. Yang kaya gini ini yang bikin kaum kalian jadi menjijikan.

Sementara Naila Rizqi Zakiah dari Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat menegaskan bahwa seharusnya negara tidak sampai mencampuri urusan pribadi warganya.
– via BBC Indonesia

Masih dari sumber yang sama, Saya ambil kutipan di atas. Yup betul, negara baiknya gak mencampuri urusan pribadi warganya. Tapi lebih enak juga kan kalau ada hukum yang melindungi satu golongan dari gangguan golongan yang lain? Saya tulis “gangguan”ya, bukan “pengaruh”. Masalah terpengaruh atau gak ya urusan firewall si non-LGBT. Tapi kalau sampai mengganggu, rasanya gak jadi masalah LGBT atau bukan, tetap harus disikat sampai bersih.

Kapan Diperluin?

Tapi, kaum LGBT ini bisa tiba-tiba diperluin loh. Gak percaya? Ada satu teman Saya yang tiba-tiba marah sama Saya gara-gara dia belakangan tahu kalau yang makeup bininya itu bukan LGBT. Kurang lebih begini bilangnya, “eh kok dia cowok sih? Saya denger tadi di kamar suaranya serak ngebass begitu”. Saya bukannya kaget malah jadi pengen ketawa. Ngapain juga dia sampe denger-dengerin suara dari kamar orang? Terus yang di kamar lagi ngapain coba sampai penyamarannya terbongkar?

Jadi kesan yang Saya tangkap adalah… bukan masalah punya otong atau gak, tapi masalah bakal make si otong buat keuntungan pribadi atau gak. Dan ini penting!

Balik ke tema sub-heading, hal seperti ini yang bikin LGBT jadi lebih diterima di bidang kerja tertentu. Ada yang punya pikiran, “ah kalau nyalon yang pegang banci lebih bagus daripada perempuan.” Sementara pasangannya mikir, “mendingan pacar Saya dipegang banci deh daripada sama cowok”.

Gak heranlah banyak LGBT kerja di salon. Ya karena di sana mereka lebih diterima.
Saya punya pengalaman lain lagi… waktu itu Saya pernah dipangkas rambutnya sama balon (banci salon) yang baru pindah ke kota Saya dari kota lain. Doi nanya, “kalau di sini tempat ngumpul-ngumpul yag kaya saya ini di mana ya?” Lalu Saya sebutlah satu nama daerah di mana setahu Saya yang mirip dia tuh banyak. Lalu dia bilang, “wah beda, kalau itu sih bencong. Kalau saya gay”.

lgbt jaman now

Dan konon saat itu pun Saya teredukasi bahwa gay bukan bencong. Di lain kesempatan Saya jadi tahu bahwa cross-dresser (androginy) bukan gay. Wah kayanya ribet ya jadi mereka… bisa salah gaul kalau begitu. Gak heran kalau mereka ujung-ujungnya bagaikan serigala yang kalau ke mana-mana dalam satu pack alias bikin kawanan.

Dan ngehenya, bagaikan balas dendam… mereka jadi gangguin orang lain kalau lagi berkumpul begitu.

Nonton Video LGBT

Di lain kesempatan, Saya nonton video ujaran kaum LGBT yang bilang bahwa mereka harus diterima, karena mereka sering berkumpul di gym, badannya keren-keren dan katanya, “siapa lagi yang ada di gym? Pacarlu. Jadi daripada kami godain pacarlu di gym, mendingan kami jadi gay.” Wew… speechless sih Saya.

Kalau yang barusan Saya sebut adalah video amatir, LGBT juga sudah bisa kita temui di film-film Hollywood dan serial TV yang notabene cakupannya lebih luas. Sebutlah yang baru aja ramai, yaitu di film Beauty and The Beast, Power Rangers dan Super 8.

Pertanyaan Saya buat yang baca artikel ini adalah…

Seandainya lu mendapati kalau anak lu ternyata LGBT, apa yang bakal lu lakukan? Maksain kehendak yang bikin mereka bakal tersiksa seumur hidup, atau nerima pilihan dia yang berarti lu harus menanggung pertanyaan dari seluruh dunia?

Just my 2 cents. Wanna show me yours?

1 thought on “LGBT Jaman Now