Main Hakim Sendiri: Video Pasangan Tertangkap Berbuat Mesum

Main Hakim Sendiri: Video Pasangan Tertangkap Berbuat Mesum

adsense
Reading Time: 4 minutes

Main Hakim : Sendiri ​Video Pasangan Yang Tertangkap Sedang Berbuat Mesum

Beberapa hari lalu Saya unfollow beberapa teman yang membagikan video pasangan yang tertangkap sedang berbuat mesum di media sosial. Kalau yang betul-betul gak kenal sih Saya delete dan Saya kasih bonus block. Mereka gak rugi sih Saya unfoll dan block, tapi Saya jelas diuntungkan dengan ketidakhadiran mereka hahaha… Ya soalnya komen-komen yang diterima satu video aja kayanya membenarkan tindakan yang main hakim sendiri itu.

Sialnya, pagi ini waktu Saya nungguin download recovery buat Chromebook Saya… Jejeng! Salah satu YouTuber idola Saya malah mengunggah video dia lagi bereaksi terhadap film eh video tadi. Apes banget, pas bagian yang Saya males banget liat. So… mau gak mau kan Saya jadi tahu. Grrrrr… ngerusak aura damai Saya aja deh.

Tapi dia tetap idola Saya kok, soalnya pernyataan sikapnya Saya anggap benar, walaupun secara gak sengaja nyebarin virus ke otak Saya.

Image result for judge bao
Moral dan Akhlak

Waktu Saya sekolah dulu, ada pelajaran yang namanya PENDIDIKAN MORAL PANCASILA. Yang sayangnya sekarang udah gak ada lagi. Salah satu tokoh penting Indonesia yang namanya pakai awalan Gus (Saya lupa lengkapnya, abis mirip-mirip) pernah berkata bahwa, “pelajaran PMP perlu dikembalikan”. Lalu di salah satu acara pengajian, Saya pernah dengar saat dakwah bahwa sebelum PMP itu ada pelajaran AKHLAK. Coba deh kalau iseng Googling apa itu PMP, atau anak jaman know malah perlu Googling apa itu akhlak?

Saya gak menuding anak jaman know gak punya akhlak, walaupun di video selanjutnya idola Saya ini ngebahas soal video anak sekarang lagi mabuk-mabukan. Soalnya, di video itu justru ada Pak RT yang Saya rasa seumuran sama guru ngaji itu yang ada di sana dan bukannya menghentikan pengeroyokan itu, malah bikin ribet.

PMP dan Orde Baru

Balik ke pelajaran PMP… Kami-kami ini, para pemuda PMP tsssaaah… diajari buat “TIDAK MAIN HAKIM SENDIRI!” Dan dalam seminggu aja rasanya ga bisa lepas dari kata-kata itu. Dan terbukti, dulu jarang banget ada berita orang dipukulinlah. Kalaupun ada, berita itu gak sampai ke kuping orang-orang yang gak perlu tahu.

Mungkin ini sisi baik jaman Orde Baru buat Saya, dan terus terang Saya sampai sekarang gak tahu tuh kejelekan orde baru, kayanya semuanya dapet porsi pas. Ya walaupun emang SARA itu terasa banget, tapi asal semua tahu tempat, orang nyaman aja. Intinya, nyaman dan pasti. Misalnya kalau datang dari kalangan kaum minoritas, maka pasti gak bisa jadi pejabat…nggg kayanya ini sih masih gak sih?

Sedikit nostalgia nih ya… dan bukan tentang politik…

Waktu ku kecil hidupku amatlah senang, senang dipangku dipangku… halah (tapi kalau lu tau lagunya, keren)! Saya ulang… waktu Saya kecil, media buat berita itu terbatas. Bukan terbatas lagi, tapi malah dibatasi. Berita yang beredar itu berita bagus semua, kalau dalam negeri. Sementara berita luar negerinya malah perang melulu di acara Dunia Dalam Berita (dengan suara low banget). Baca koran Kompas juga begitu. Berita kriminal itu adanya cuma satu kolom kecil, ya paling 4 berita sekali terbit. Itu pun cuma text. Kalo gak kebayang, kira-kira semodel dengan iklan tautan Google AdSense deh.

Film Boneka Si Unyil dan Main Hakim Sendiri

Si Unyil (yang original) aja, ngajarin semua penempatan elemen SARA yang berbalut BHINEKA TUNGGAL IKA dan moral yang kental. Misalnya etnis A pasti jadi pedagang, etnis B pasti keturunan ningrat dan bahwa sejahat-jahatnya penjahat pasti beres sama Hansip (kaya sesetan-setannya setan di horror Indonesia pasti beres sama Pak Ustad). Contoh terakhir gak ada urusan sama SARA, tapi sayang kalau gak ketulis, mumpung inget. Selain urusan barusan, Film Boneka si Unyil juga seringkali menggaungkan jargon anti main hakim sendiri.

Begitu Saya beranjak besar (lantaran masih cari arti kedewasaan), baru tuh ada berita-berita soal orang dihakimi massa, dan detail banget pakai ilustrasi. Seolah-olah kejadian itu adalah komoditi yang layak dikonsumsi beramai-ramai dan micinnya banyak. Damn, sob! Kenapa sih gak pada nonton film horror aja mendingan? Biar fetish kalian disalurkan pada tempatnya aja. Percaya gak sih kalau semua hal itu terjadi kalau ada yang mengijinkan? Atau malah gara-gara yang gak ikutan memilih diam aja?

Pepaya (ini sih gak usah pake ilustrasi dong?)

Kemarin Saya baru berdebat kusir yang akhirnya Saya tinggalkan tanpa penyelesaian lantaran Saya lelah. Jadi orang ini… yah Saya lupa!

Nah inget lagi… jadi dia upload video main hakim sendiri  juga. Dan coba tebak apa yang terjadi? Menurut survey bukan ala Cak Lontong, 99 dari 100 orang memberi komentar yang isinya gak kalah sadis dari yang melakukan kekerasan. Lalu kerennya komentator itu di mana? Jangan sok Pepaya Pepaya deh, kan bukan The Punisher atau Metallica:

Just my 2 cents. Wanna show me yours?

2 thoughts on “Main Hakim Sendiri: Video Pasangan Tertangkap Berbuat Mesum

  1. Pelajaran PMP kayaknya dah diganti sama PKN. Ngomongin orde baru enaknya ga ada preman,ga ada bom meledak. Trus mengenai video tersebut,mungkin para pelakunya masih primitif. Salam kenal yaa