Perbandingan Gimp dengan Photoshop

Perbandingan Gimp dengan Photoshop

Reading Time: 3 minutes

Adobe Mania

Rasanya susah banget buat ngilangin kecanduan Saya terhadap produk-produk Adobe. Saya mulai pakai Adobe Photoshop sejak jaman Photoshop 4. Ya, Photoshop 4… bukan CS4. Sempat juga jadi asisten pengajar animasi di PPFN, yang waktu itu ngajarin Adobe Premiere dan After Effect. Udah lama banget kan itu?

Sebelumnya Saya sempat mau coba pindah ke lain hati, soalnya tahu sendiri kan kalau Photoshop (yang ori) itu harganya mahal? Sempat pakai ori terakhir itu Photoshop 7 deh rasanya. Jujur aja, ori sama gak ori gak banyak bedanyalah.

Saya sempat coba pakai Pixelmator yang penuh dengan efek-efek, cuma sayangnya sekarang sudah berbayar juga. Walaupun sesuai sama pendapatan, kayanya masih belum bisa dibandingin sama Photoshop sih.

Lalu Kenapa Pakai Gimp?

 Sekarang Saya pakai Gimp karena kebetulan pas ada job rutin masuk dan Saya lagi seneng-senengnya sama mainan baru Saya, yaitu Ubuntu 17.10. Tapi ya deadline harus dikejar (dan duit belum masuk), solusi editing online yang memadai juga banyak. Tapi di musim hujan kaya gini, Saya ga berani deh andalin internet. Bisa-bisa kerjaan gak selesai-selesai gara-gara nungguin dapat sinyal. Atau jadi musti nongkrong di kafe yang ada Wifi buat kerja. Ugh… kayanya ga balik modal deh! Ga bisa persiapan duit buat Natal dan Tahun BaruNatal dan Tahun Baru ini.

Jujur aja, Saya belum fasih banget sama Gimp ini. Jadi, untuk kerjaan yang lain sih Saya mapping ulang hotkeys-nya jadi serupa dengan Photoshop yang udah Saya hafal khatam gitu. Hal ini bisa ditiru juga sama Photoshop maniac kaya Saya hahaha…

Gimp bisa didownload gratis, link dan tutorialnya Saya taruh di postingan sebelum ini. Nah, sebelum Saya lupa mau nulis apa… mendingan kita kembali ke topik deh.

Walaupun membandingkan Photoshop VS Gimp bagaikan David VS Gulali, di bawah ini adalah pendapat pribadi Saya sebagai editor foto. Hal tekhnis sih gak Saya bahas di sini ya.

Kelebihan Adobe Photoshop

  1. Photoshop terkenal dengan banyaknya filter dan plug-in yang tersedia. Hayo ngaku aja, kalau lihat ada editan orang bagus, pasti yang ditanya soal plug-in apa yang dia pakai. Sementara itu belum banyak filter yang bisa dipakai di Gimp. Kalau ada pun gak jadi penggunaan umum.
  2. Aplikasi jagoan dari Adobe ini juga udah jadi standard di mana-mana. Kalau mau kerjain desain, pasti final artworknya harus disetorin beserta file Photoshopnya juga. Saya sih belum pernah denger ada yang minta file Gimp. Kenapa file Photoshop? Karena minimal dalam satu kantor itu ada satu komputer yang terinstall aplikasi ini. Kalau belum ada pun bisa dibela-belain download dulu. Sementara pada Gimp yang terjadi adalah seperti kita ngobrol sama orang Ambon yang ada di Aceh pakai bahasa Jepang! Banyakan yang gak ngerti maksudnya.
  3. Nama besar Photoshop bikin orang yang jadi pakar Photoshop punya kebanggaan sendiri. Gak pernah kan dengar ada orang yang pamer kalau dia jadi pakar VLC misalnya? Dengan program sertifikasi, kita juga bisa dapat ijasah dari Photoshop. Mau tau caranya? Kontak Saya aja di kolom komen.
  4. Tools Photoshop jadi acuan aplikasi sejenis. Gak percaya? Lihat deh aplikasi-aplikasi lainnya. Palet toolsnya pasti mirip Photoshop. Lalu kenapa jadi kelebihan? Pengalaman pribadi Saya membuktikan bahwa kalau udah khatam Photoshop, gak bakal keder kalau mentok ketemu aplikasi lain. Paling perlu penyesuaian waktu sebentar. Ya contohnya kaya pengalaman Saya yang mendadak jadi pakai Gimp ini.
  5. Photoshop punya GUI yang lebih menarik. Dan ini wajar banget, karena secara umurnya yang udah berkali-kali berevolusi. Tampilan Gimp cenderung terlalu “luas” rasanya. Saya selalu ngerasa kalau tombol-tombol di toolbar itu bakalan copot sewaktu-waktu. Punya cara lebih baik buat menggambarkan GUI Gimp? Tulis di komen aja.
  6. Berjalan lebih mulus di berbagai perangkat. Mungkin karena Photoshop bisa mengenali perangkat yang dipakai dengan lebih baik, maka pengalaman membuat editan sebuah gambar jadi terasa lebih mulus. Ini bisa dimaksimalkan lagi dengan berbagai setting yang mungkin akan kita bahas lain kali. Saya ngerasa kalau memindahkan objek, melakukan fill dan lain-lain terasa patah-patah pada Gimp.

Setharaman Narayanan” <— ini nama yang Saya hafal lantaran selalu muncul di splashscreen Photoshop. Seandainya semua orang India kaya doi, pasti banyak dickpic yang diedit bertebaran di internet ya?

ADOBE Photoshop Creative Cloud - 1 Year
ADOBE Photoshop Creative Cloud – 1 Year

Kelebihan GIMP

  1. Hal nomer satu yang jadi keunggulan GIMP adalah karena ini adalah aplikasi gratis dari sananya. Jadi bisa tenang ngedit tanpa mikirin apakah aplikasi yang dipakai original atau bajakan. Keuntungan dari memakai aplikasi original adalah kita bakal terus dapat update terbaru dan gak khawatir kalau tiba-tiba aplikasi kita terkunci waktu konek ke internet. Apalagi di era yang semuanya serba cloud ini, masih sanggup hidup tanpa internet?
  2. Untuk mulai memakai Gimp, kita hanya perlu melalui proses instalasi yang gak ribet. Tingal download > install > pakai. Hal yang sama tidak terjadi di Photoshop. Apalagi kalau download Photoshop bajakan, harus kopi file ini ke situ, klik ini kopi ke situ dan lain-lain. Bayangin kalau lagi dikejar deadline seperti Saya kemarin, bisa gak jadi-jadi deh kerjaannya.

Kumpulan tutorial Gimp bisa dilihat di sini.

Kesimpulannya

Cuma dari hasil perbandingan di atas, Saya mengambil kesimpulan bahwa Adobe Photoshop masih menang di hati tapi gak menang di kantong. Bahkan harga bajakannya aja lebih mahal daripada Gimp yang gratis. Gimana menurut kalian?

Just my 2 cents. Wanna show me yours?

2 thoughts on “Perbandingan Gimp dengan Photoshop