Total War: The Three Kingdoms

Total War: The Three Kingdoms

Reading Time: 3 minutes

Intro Dulu Supaya Sopan

Rasanya sudah banyak sekali yang memakai tema Roman Tiga Kerajaan Tiongkok pada era dinasti Han, mulai dari game, komik sampai film. Game yang bermunculan pun beragam, mulai dari yang serius sampai yang murahan seperti yang suka kita lihat di iklan-iklan AdSense. Jijik tahu gak? Kan saya jadi bangkrut!?!

Pertama Kali Tahu Tentang Tiga Kerajaan Ini

Saya pertama kali memainkan game dengan  tema ini yang berjudul Romance of Three Kingdoms. Permainan strategi komputer yang saya yakin bahkan ayah saya tidak pernah memainkannya. Ya karena komputer belum ditemukan saat beliau muda.

Permainannya seru, karena menggunakan sistem turn-based, alias berganti-gantian seperti catur. Kebetulan saya memiliki dua kakak, jadi kami main bertiga di satu komputer. Adik saya masih terlalu kecil untuk bermain komputer, jadi dia main airsoft gun. Yang terakhir itu saya buat berlebihan. Sebetulnya dia masih suka main ketapel.

Sebagai peserta yang paling muda, saya kebagian pakai Liu Bei (negeri Shu). Gak apa-apa, karena kebetulan saya suka sesuatu yang bersifat underdog, lebih menantang dan berkarakter saja rasanya.

Mudah ditebak kalau kakak saya yang paling tua memilih Cao Cao (Wei), dan yang kedua mau tidak mau jadi memainkan Sun Quan (Wu).

Nah, inilah penampilan game keren itu:

Hahaha, kelihatan tua sekali kan? Jangan takut, karena ada versi yang lebih baru dengan tampilan seperti ini:


Dan ada juga versi ini yang baru dirilis untuk PC dua hari lalu. Total War: Three Kingdoms:

Total War menceritakan tentang tiga pahlawan yang bersekutu untuk melawan tantangan dari Dong Zhuo. Siapakah tiga pahlawan itu? Apakah sesuai dengan tiga nama besar seperti di novel yang terkenal itu?

Menurut sumber yang saya baca, ada kemungkinan kalau game ini ada hubungannya dengan “Dynasty Warriors” (menurut narasinya).

Garis Besar Kisah Tiga Kerajaan

Lalu apa yang jadi latar belakang mereka berperang? Apalagi kalau bukan karena mereka sama-sama mau menjadi kaisar setelah dinasti Han runtuh.

Tapi apakah cerita yang kita tahu itu sama seperti di film dan komiknya (yang beredar di Indonesia dengan nama Samkok, Dji SAM Soe=234, SAM kok = 3 Kerajaan). Ternyata tidak semuanya sesuai dengan sejarah.

Seperti namanya, Romance of Three Kingdoms adalah sebuah kisah roman yang dibubuhi bumbu-bumbu agar dramatis dan romantis. Lagipula, siapa sih yang sampai sekarang percaya kalau sejarah itu betul-betul nyata apa adanya? Busslhit!

Seperti yang pernah saya baca di serial Peradaban (dan sepertinya semua orang tahu) kalau sejarah itu akan ditulis oleh yang memenangkan peperangan. Eh, tapi gak juga ya? Amerika kalah di Vietnam tapi malah banyak bikin film soal perang Vietnam. Hahaha…

Luo Guanzhong

Nama Luo Guanzhong (Luo ben) tidak bisa dipisahkan dari Kisah Tiga Kerajaan ini, dan bukan karena dirinya adalah salah satu jendral perang atau kasim. Melainkan, Luo Guanzhong adalah sastrawan yang menulis Kisah Tiga Kerajaan dengan meramu sejarah dengan cerita rakyat.

Ada karakter yang diganti perannya, dan tidak sedikit juga yang ditambahkan demi kepentingan penuturan cerita. Dan terbukti strateginya berhasil! Bayangkan saja, Luo Guanzhong bisa menulis di sekitar tahun 1300-1400 dan karyanya mendunia sampai sekarang. Padahal dulu belum ada tombol Facebook sharing!

Just my 2 cents. Wanna show me yours?