SD Moal Hudang

SD Moal Hudang

Reading Time: 2 minutes

Bangun Pagi-Pagi Buta

Pagi itu Cici bangun lebih cepat, bahkan lebih cepat daripada kedatangan karyawan Toko Amsyong milik ayahnya. Terkadang Cici berpikir, “apakah dari dulu sudah ada kata narsis? Mungkin kata itu cocok untuk babeh (ayah) yang penuh percaya diri memakai namanya sendiri sebagai nama toko.”

Amsyong adalah nama ayah Cici… Nama yang seringkali membuat Cici malu menyebutnya. Karena…

“Cina banget sih!??” kata siapapun yang mendengarnya, bahkan kata teman Cici yang sama-sama merupakan keturunan Tiongkok.

Setelah mandi ala kadarnya dan tidak lupa memakai sedikit minyak sinyongnyong, Cici menyambar tas lalu bergegas lari ke SD Moal Hudang. Jarak rumah Cici ke sekolahnya tidaklah terlalu dekat, kurang lebih satu kilometer. Jarak yang lumayan melelahkan untuk kaki mungilnya. Tapi Cici tidak perduli, Cici sudah berniat untuk menabung sedikit demi sedikit dari ongkos sekolahnya.

Setibanya di sekolah, Cici menemukan kedamaian sedamai-damainya. Tidak ada suara Kang Aden yang selalu kerja sambil menggerutu dan sesekali ngatain ayahnya kumpeni. Ngaco sekali kan? Ayah Cici jelas-jelas bukan keturunan Belanda, kalau maminya iya!

Sesekali jari kecilnya memainkan embun yang menempel di ujung dedaunan. Ya, embun seperti yang sekarang cuma bisa dilihat di wallpaper laptop yang kita pakai dulu betul-betul ada, tanpa perlu diedit-edit pula.

Tidak berapa lama, Damsik si tukang cakwe datang. Damsik memang selalu datang paling pagi, lebih pagi dari Yunus, si tukang penyewaan gamewatch. Dan gamewatch inilah alasan Cici menabung.

Gamewatch adalah permainan elektronik dengan layar LCD satu warna tanpa backlit sehingga tidak bisa dimainkan di tempat gelap. Mungkin itu alasan Yunus tidak datang terlalu pagi. Selain belum banyak anak-anak berdatangan, gamewatchnya pun susah dimainkan di tempat gelap.

Yunus punya cara sendiri untuk menyewakan gamewatch itu, yaitu dengan menalikan setiap unitnya dengan tali rafia (tali plastik tipis dan murah). Selain untuk menjaga agar gamewatch itu tidak dicuri, rafia itu pun menjadi timer untuk menandakan kalau waktu sewanya sudah habis.

Entah bagaimana cara Yunus mengingatnya, pokoknya kalau sudah habis waktunya, tali rafia itu akan dibetot-betot supa si penyewa segera mengembalikannya.

Gemes kan kalau sedang seru-seru main tahu-tahu dibetot-betot?

(Bersambung…)

Baca cerita sebelumnya.

Just my 2 cents. Wanna show me yours?