Kustomasi Tampilan Linux

Kustomasi Tampilan Linux

Reading Time: 1 minute

Ubuntu 17.10 sudah keluar, tapi sayangnya gak bisa Saya pakai di instalasi berdampingan dengan ChromeOS di Chromebook*. Yang Saya coba paling mentok baru sampai versi 16.04. Walaupun pakai Linux ini jadi pengalaman menyenangkan, tapi harus Saya akui kalau awalnya Saya kaget juga sama tampilannya yang “rapuh”. Icon dan segala macamnya kaya bisa jatuh berantakan di desktop Saya. Cuma hal ini terobati dengan kelebihannya yang gak dimiliki sama MacOS, yaitu kustomasi.

Tahu sendiri kan gimana kejamnya Apple sama urusan kustomasi ini? Dari abad ke abad kayanya anak kecil aja bisa sebutin apa yang berubah. Yang paling kerasa ya cuma dari OS 9 ke OSX. Selanjutnya ya udahlah terima aja.

Mungkin mau coba: Install GalliumOS di Chromebook, Install Ubuntu 17.10 di Chromebook/Macbook, Mainin Mobile Legend di Macbook Pro, Install Endless OS di Chromebook, Dual-boot Phoenix OS dan MacOSX (dan Ubuntu dan Endless OS).

Yang Dilakukan Adalah

Balik ke usaha Saya dandanin tampilan Linux, ini kustomasi yang menurut Saya asik buat dicoba, walaupun Saya masih kurang sreg sama icon-iconnya. Kalau naksir sama gambar backgroundnya, Saya udah taruh linknya di sini.

Kalau video ini kurang jelas, Saya mau tulisin aja kalau Saya pakai Gnome-pie yang bisa didapetin dengan buka terminal dan ngetik:

sudo apt-get install git build-essential libgtk-3-dev libcairo2-dev libappindicator3-dev libgee-0.8-dev libxml2-dev libxtst-dev libgnome-menu-3-dev valac cmake libwnck-3-dev libarchive-dev libbamf3-dev bamfdaemon
Kalau masih belum berhasil, coba copas aja dari sumbernya ini.
Btw, tahu gak sih gimana caranya nginstall pakai installer front-end di Linux yang Saya pakai ini?
*Instalasi Crouton pakai chross.
Just my 2 cents. Wanna show me yours?